Selasa, 31 Maret 2015

AGENDA : SARASEAN I
TEMA : PENINGKATAN PENDEPATAN ASLI DESA
PENDOPO BALAIDESA BAKALAN 31 MARET 2015

MODERATOR     : SAIFUL ISLAM
NOTULIS              : IMAM TASJUDI

Beberapa hasil diskusi:
1.       Mengelolah asset desa semaksimal mungkin untuk menambah PAD Desa.
2.       Memaksimalkan kenerja BUM Des
3.       Optimalisasi Bank Sampah
-          Bank sampah harus ada di semua RW dengan teknis kongkrit harus ada terjadwal Pelatihan Teknis Pengelolahan sampah dari semua warga RW dengan pelatihan pindah-pindah di setiap RW di desa Bakalan.
-          Bank Sampah peningkatan pengolahan tidak saja sampah kering sampah basah juga supaya diambil gas Metan nya dan pembuatan pupuknya.
4.       Perdes tentang pungutan desa
-          Bahasa perdes pungutan dirubah menjadi perdes biaya administrasi di desa.
-          Segala biaya administrasi termasuk biaya pernikahan harus disragamkan.
-          Untuk khusus warga miskin harus di bahas di pasal kusus di perdes agar mendapatkan subsidi atau dispensasi.
-          Dan pelaporan diusulkan untuk per semester kepada BPD
5.       Penanaman Pohon Buah yang berproduktif di sepanjang jalan desa dan tanah desa yang kurang produktif.
-          Penanam yang dimaksud adalah buah papaya dan buah naga dengan system tumpangsari.
-          Disepanjang jalan akan diberi beton bis / cempolong yang disiapkan oleh BUM Des dan tanah diambil dari saluran air / got dengan tujuan lain memperlancar jalannya air.
-          Yang didepan rumah warga yang mengelolah warga yang ditempati dan hasilnya dapat diambil. Yang ditanah kosong dikelolah kepada RT yang ditempati dan menjadi kas RT.
-          Desa berfungsi untuk menjadi pengepul dan dibeli dengan biaya dibawah harga pasar oleh desa.
-          Usulan lain menanam blimbing yang akan dirawat oleh anak-anak pelajar supaya dapat membantu meringankan biaya sekolah.
-          Karena sifatnya ini ada anggaran dana yang harus dikeluarkan maka ini akan dimaksukan atau diusulkan di RPJM Des.
6.       Desa Menjadi pusat pusat regrestasi penjualan tanah rumah dan lain-lain agar nantinya pembeli juga merasa nyaman dan aman dalam transaksi jual beli dan adapun kontrubusi ke desa jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.
7.       Peraturan desa yang jelas terhadap kontribusi Perusahaan-perusahaan yg berada di wilayah desa bakalan.
8.       Setiap ada kegiatan yang berhubungan dengan dengan tarikan atau uang seperti seles harus ada izin rt dan memberikan kontribusi ke RT se ikhlasnya.
9.       Pendirian Koprasi Desa.

10.   Pengelolahan tanah desa yang masih digarap masyarakat.

Rabu, 25 Maret 2015

Dalam jaring Aspirasi perdana selasa,31/03 ini dari berbagai diskusi dari warung Mak Karti dan Group Peduli di whatsapp maka bisa disimpulkan.

Untuk meningkatkan pendapatan asli desa ada beberapa usul yg harus didiskusikan dari hulu ke hilirnya, sehingga nantinya pembahasa  bisa berjalan dengan baik.

Adapun masyarakat yang akan ikut serta untuk memberikan pemikirannya dengan list yang telah di bahas sebelumnya baik di media sosial atau diskusi diskusi kecil. Antara lain adalah

1. Optimalisasi Bank Sampah.
2. Pengutan administrasi di desa.
3. Penanaman pohon yg menghasilkan di sepanjang jalan desa.
4. Desa dijadikan central makelar penjualan tanah dan rumah di bakalan.
5. Peraturan tentang perusahaan yg berada di desa bakalan.
6. Kontribusi dan izin rt kepada sales atau penjualan apapun yg masuk desa.

Adapun jika ada pokok bahasan lain bisa di usulkan dalam forum diskusi tersebut.

Pertemuan dan diskusi tersebut memiliki tujuan untuk kemakmuran desa bakalan. Dalam sebuah pertemuan Musrenbangdesa 2015 kemarin ada usulan yang menarik. Ketika pembacaan laporan RKPDes dan Pertanggungjawaban. Hal menarik desa sementara ini sumber pendanaan hanya 2 yaitu Add dan dana kas desa berupa sewa bengkok desa. Hal ini salah satu audiens menyuarakan gagasan. Yaitu penduduk desa bakalan yg terdiri dari 6000 kepala ini masak tidak adakah salah satu kepala dari 6ribu yg memiliki ide untuk menambah sumber pemasukan desa.

Untuk itu. Ide ide bagus dan kreatif tidak akan terakomodasi jika tidak ada wadah untuk menyampikannya. Salah satu gagasan adalah dengan diadakan diskusi ini yg dipelopori oleh para pemikir dan para pemerhati desa.

Gotong raoyong cancut tali wondo untuk membangun desa mari kita tingkatkan. Ide briliyan sangat ditunggu dalam pembangunan ini.

Bpk Ket BPD menegaskan kegiatan ini akan dilangsungkan rutin tiap satu bulan sekali dan kemudian akan digodok di pertemuan rutin BPD beserta kepala desa.

Dengan bacaan basmalah mari kita bulatkan tekat membangun desa kita tercinta demi anak cucu kita nanti agar berkehidupan yg lebih baik. Aminn.

Jumat, 20 Maret 2015